| Sabtu, 09 Februari 2008 |
| Jakarta |
Hidup di Jakarta memang kejam. Sangat kejam bahkan. Saya telah menjadi burung hantu yang tak dapat melihat di siang hari saking gelapnya Jakarta di mata saya. Betul kata orang bahwa sekejam kejam ibu tiri lebih kejam Ibu Kota Jakarta, betul ga?
Sosok pencakar langit yang kokoh dan tingginya menjulang menembus langit lapisan pertmama membuat hari hariku menjadi putus asa. Apa yang mau dicari? apa yang mau di makan? Memang gila. Tiap kali melihat gedung gedung tinggi di kisaran Sudirman atau Gatot Subroto dan juga ditempat tempat lain di Jakarta, selalu saja membuat hati saya ciut untuk melumpuhkan kedzaliman Jakarta atas manusia. Jakarta telah melanggar hak azasi maunusia. Termasuk telah melanggar hak azasi saya untuk hidup tanpa injakan dan jajahan tirani gedung gedung itu.
Dulu. Saya memang telah mebayangkan Jakarta adalah pecundang.
BERSAMBUNG.............Label: Karyaku |
posted by Anonim @ 19.27  |
|
|
|
|
| Bertindak, Betindak, Bertindak Sekarang Juga |
| Menu Utama |
 |
| Waktu |
|
|
| TADABBUR |
|
| Pesan Pengunjung |
|
|
| Links |
|
| Powered by |
 |
|